Tahu nggak??? Ternyata SMP N 4 juga punya majalah sekolah loe, sama seperti di Libel’s. Tapi, ekskul ini baru dibentuk beberapa bulan atau baru dibuat setelah kedatangan Pak Djoko Iriandono sebagai kepala sekolah baru SMP N 4 menggantikan Pak Ridwan Efendi. Oya, ekskul yang bekerja untuk membuat majalah sekolah di sini juga bukan bernama “Majas” loe, tapi disebut ekskul “Jurnalistik”
Kalau di Libel’s kita punya majas CeriA yang sudah terbit sampai edisi kedelapan, SMP N 4 juga punya, namanya “F’One”. Tapi, mereka baru berhasil menerbitkan majalahnya sebanyak satu edisi. Ya maklum saja…itu dikarenakan Majalah mereka juga baru dibentuk.
Oya, CeriA juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk berbincang-bincang seputar SMP N 4 dengan beberapa siswa yang juga mengikuti ekskul jurnalistik. Mereka adalah Christoper,Vya,Pingkan,Osi,Elva,Mimi,Dina,Puput dan lita yang semuanya sekarang sedang duduk di kelas IX.
Saat ditanya tentang sekolah mereka, mereka tampak benar-benar antusias bahkan sampai-sampai mereka berebutan untuk menjawab. Mereka semua merasa senang atas kunjungan dari sekolah kita, SMP N 15 ke sekolah mereka.
Saat ditanya tim CeriA tentang suka duka menjadi siswa SMP N 4, mereke menjawab “Sukanya sich, kita tuch jadi bisa mengembangkan bakat dan minat kita di eskul, fasilitasnya juga lengkap, trus juga sejuk, soalnya banyak angin, he..he…” timpal mereka sambil tertawa sembari angin sepoi-sepoi bertiup menyegarkan kening tim CeriA yang kebetulan dibanjiri keringat.
Dan ketika ditanya soal dukanya bersekolah di SMP N 4, salah satu dari mereka, yaitu Pingkan dari kelas 3.4 membuka suara, “Sekolah kami kan bertingkat, dukanya sich.. kalau kebetulan ruang kelas kita berada dilantai 2 atau 3, dan kita datang telat, huh.. siap-siap capek dech! Apalagi kalau terlambat masuk kelas saat pelajaran yang pengajarnya terkenal atau dianggap guru “killer” (guru yang galak/kejam-red), siap-siap kena marah dech! Terus kalau mau ke kantin ribet banget, harus naik turun tangga!” ungkap dara manis berambut panjang itu antusias.
Selain itu, CeriA juga sempat bercerita bahwa dulunya pak Djoko pernah menjabat sebagai kepala sekolah di SMP N 15 Samarinda sebelum dimutasi ke SMP N 4. Mereka mengangguk-angguk antusias dan berbagi cerita kepada tim CeriA tentang suka duka kepala sekolah mereka yang lama dan kepala sekolah yang sekarang.
“Kepala sekolah kami yang dulu, lebih konsentrasi ke bidang akademik, jadi kegiatan eskul jadi agak renggang. Jadi, kami lebih sulit untuk berekspresi dan mengembangkan diri kami dibidang non-akademik…” ujar Pingkan tanpa malu-malu.
“Kalau kepala sekolah yang sekarang ini, akademik dan kegiatan eskul kami berjalan berbarengan dan seimbang. Jadi, kitanya asyik dan enjoy aja ngejalaninya!” “Selain itu juga banyak perubahan yang terjadi di sekolah kami dalam masa kepemimpinan pak Djoko!” sebut Christhoperr.
“Benar loch! Diantaranya pak Djoko banyak merenovasi bangunan sekolah, konsen di kegiatan eskul, dan membebaskan kami untuk ikut eskul apa saja yang dilaksanakan setiap hari Jum’at, dan berkat pak Djoko pula kami punya eskul baru yaitu Jurnalistik (semacam majalah sekolah) dan belum lama ini terbit perdana dengan nama F’One!” tutur Vya, cewek manis yang kebetulan diberi kepercayaan untuk mengetuai eskul tersebut.
Ngomong-ngomong soal eskul, SMP N 4 juga punya segudang eskul yang menarik untuk diikuti. Diantaranya ada eskul basket, volley, jurnalistik, paskibraka, futsal, bulu tangkis, modeling, teater, dan masih banyak lagi!
“Bapak Djoko juga peduli dengan teman-teman kami yang kurang beruntung loch! Belum lama ini, bapak kepala sekolah mendata teman-teman kami yang kurang mampu, kemudian memberikan mereka beasiswa. Selain anak yang kurang mampu, bapak juga memberikan beasiswa kepada siswa-siswi SMP N 4 yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Bahkan ada sebagian teman-teman kami yang sudah mendapatkan beasiswa.” Tutur mereka tersenyum bangga.
Setelah itu obrolan CeriA berarah ke bangunan sekolah. Ternyata, di SMP N 4, juga punya kelas unggulan seperti halnya di Libel’s loch! Tapi, bedanya.. kalau di sekolah kita, kelas unggulan adalah kelas A & F, di SMP N 4 yang termasuk unggulan adalah kelas 1 dan 8. contohnya seperti IX.1 atau IX.8 (di SMP N 4, gelar kelasnya menggunakan angka, bukan huruf seperti di sekolah kita).
SMP N 4 terdapat 28 ruang kelas dari kelas 7/VII dengan 8 ruang kelas, kelas 8/VIII dengan 8 ruang kelas, dan kelas 9/IX dengan 8 ruang kelas. Serta ada pula kelas istimewa yaitu kelas akselerasi (kelas loncatan) dengan 2 ruang kelas. Dan kelas yang lebih istimewa adalah adalah kelas Bilingual yaitu Kelas Bertaraf Internasional. Di kelas ini, memakai 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hmm… kebayang gak sich kalau sehari-hari kita menggunakan bahasa Inggris? Itulah yang dirasakan sama anak-anak yang masuk kelas Bilingual.
Setelah itu obrolan CeriA kembali ke majalah sekolah. Yang membuat anak Jurnalistik SMP N 4 (anak MaJas-red) mudah dikenali oleh banyak orang atau teman-teman mereka ialah kartu Pers yang mereka kenakan (semacam kartu tanda pengenal). Yach.. walaupun mereka baru berhasil menerbitkan satu majalah, tapi ini sebuah awal yang baik untuk langkah yang baik. Yach kan?
Saat ditanya oleh CeriA, apa yang menjadi Kendala mereka untuk menerbitkan majalahnya, mereka menjawab “kami kan baru pertama, dan juga belum punya banyak pengalaman, yach.. sedikit kurang PD (percaya diri) pasti jadi kendala utama. Terus cari berita itu gak gampang loch! Kita harus jeli nyari berita yang baik, gak cuma seputar sekolah aja, bahkan kemarin kami juga ngeliput di GOR Segiri, ada wartawan-wartawan senior yang bagi-bagi pengalaman, wah.. pokoknya gak gampang. Makanya, kami pengen banget berita kami dibaca ma anak-anak sekolah kami, supaya kerja keras kita terbayar dengan kepuasaan yang tak terhingga karena pembaca senang dengan berita kami.,”
Kalau kalian pengen tahu lebih banyak tentang majalah sekolah SMP N 4 “F’One” kalian bisa kirim e-mail di f’one@yahoo.co.id. (SeMeZ)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar