CeriA. Nah...ini perlu menjadi perhatian bagi seluruh siswa SMP Libel's. Jangan sekali-kali membawa sesuatu ke sekolah yang memang tidak diijinkan. Salah contohnya HP. Sekolah ini telah lama menerapkan tata tertib bahwa siswa tidak diperkenankan membawa HP. Apalagi, HP yang dilengkapi dengan fasilitas "Kamera", jelas-jelas tidak diperbolehkan. Yah..sekolah menerapkan tata tertib itu tentu mempunyai tujuan baik dan untuk kepentingan siswa sendiri. Sebab, jika siswa tiap hari membawa hp ke sekolah sangat mungkin dapat mengganggu proses belajar mengajar.
Misalnya saja, saat jam pelajaran berlangsung, siswa belajar sambil bermain hp, baik itu hanya sekadar SMS ataupun main game. Ini sering ditemukan. Kalau seperti itu yang terjadi, wah...gawat, pasti proses belajar mengajar bisa terganggu. Lalu siapa yang rugi? Tentu siswa itu sendiri. Tapi, hal itu masih saja tidak disadari kebanyakan siswa yang memiliki dan membawa hp ke sekolah. Padahal, razia sudah sering dilakukan.
Nah...belum lagi jika hp berkamera, sangat mengkhawatirkan. Betapa tidak! Sudah banyak berita-berita di media masa cetak maupun elektronik ditemukan siswa menyimpan gambar-gambar yang bisa mengganggu dan merusak moral. Banyak orang tua siswa pun turut prihatin dan was-was terhadap perkembangan teknologi dibidang elektronik itu disalah gunakan di kalangan pelajar. Tentu, hal itu juga tidak diinginkan terjadi di sekolah SMP N 15 Samarinda atau sekolah yang sering disebut SMP Libel's ini. Para guru pun harus kerja keras menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Langkah antisipasi yang diambil sekolah ini adalah merazia di seluruh siswa yang jumlahnya hampir 900 anak. Repot juga, tapi memang itulah yang harus dilakukan demi kebaikan siswa dan sekolah. Karena itu, pada Selasa, 21 September 2010 atau hari kedua masuk sekolah setelah libur puasa dan lebaran lalu, guru-guru sekolah ini menggelar razia HP. Tahap pertama, kelas IX yang dijadikan sasaran. Sebanyak 50 HP milik siswa kena razia. Woouw...fantastis!
"Aduh...aku kena razia," celetuk siswa setelah hp miliknya ditahan guru dan BP.
Siswa yang terkena razia tetap diberikan pengarahan dan pembinaan. Tapi, tetap akan diberi sanksi tegas dan mendidik bila ternyata mereka masih mengulangi perbuatan yang sama.
Lalu bagaimana bagi mereka yang tidak membawa hp? Merekapun tenang-tenang saat razia dilakukan, karena sudah merasa aman. "Untung hp ku, kutinggal di rumah," seloroh salah satu siswa kelas IX G.
Pak M Ilham, SPd, Guru yang membidang kesiswaan, Bu Musrifah dan Pak Ardiansyah selaku BP menyampaikan bahwa razia itu tetap rutin dilakukan demi kepentingan siswa. "Karena siswanya banyak, maka razia dilakukan secara bertahap," kata Pak Ardiansyah.
Oleh karena itu, seluruh siswa SMP Libel's dianjurkan agar tidak membawa hap ke sekolah. "Hayo... jangan bawa hp demai kebaikan bersama." Tim CeriA.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2010 Libel's Ceria
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger