CeriA. Pada tanggal 1 Juni lalu, dua siswa SMPN 15 Samarinda, yaitu Lisa Mastura VII F dan Nabiela Lili Yani VIII A mengikuti olimpiade tingkat Provinsi Kaltim setelah lolos di tingkat Kota Samarinda. Kedua perwakilan SMP Libel's ini merasakan kebahagiaannya meskipun menyadari tantangan sangat berat. Betapa tidak, kedua siswa itu dan  seluruh peserta olimpiade lainnya disarankan menginap di Hotel Grand Sawit, Samarinda. Masing-masing peserta mendapat jatah kamar inap. Lisa  mendapatkan kamar nomor 312 bersama  3 peserta dalam 1 kamar dengan  Nabiela Lili Yani, Angelina Sarah Paleh dari SMPK st.Fransiskus Assisi dan Riska Dewi Anjasari dari SMPN 09 Samarinda.

Angelina Sarah Paleh panggil saja Angel dia yang paling ramah dan bersahabat. Pada ajang olimpiade itu, masing-masing peserta mengikuti olimpiade yang berbeda-beda. Lisa Mastura mengikuti olimpiade Matematika, Nabiela Lili Yani mengikuti olimpiade Biologi, Angelina Sarah Paleh mengikuti olimpiade Fisika, Riska Dewi Anjasari mengikuti olimpiade IPS.Riska termasuk salah satu dari 2 perwakilan samarinda yang berhasil lulus seleksi kota di SMPN 02 Samarinda.
Awal membahagiakan bagi kedua wakil SMP Libel's, yaiatu saat peserta lomba lain berkumpul di ruang makan yang dilanjutkan dengan sarapan. Setelah itu, masing-masing peserta kembali ke kamarnya pada pukul 20:00 WITA.
Tak ubahnya peserta lain, Lisa dan Nabiela mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba. Mereka  belajar untuk mendapatkan hasil maksimal. Begitu seriusnya, Lisa dan Nabiela menerima banyak pesan singkat lewat HP, tapi tidak mengganggu konsentrasi belajar.
Hari berikutnya, pagi di pukul 04:30 WITA, Lisa  dan Nabiela bangun sejenak dan langsung raih buku untuk belajar hingga menjelang subuh, kemudian dilanjutkan sholat bersama. Pada pukul 07:00 WITA Lisa dan Nabiela  bergegas ke ruang makan. Satu jam kemudian, mereka pun sudah harus menuju SMPN 1 Samarinda, sekolah tempat ajang kompetisi olimpiade sains.
Tepat pukul 08.00 WITA, olimpiade pun di mulai. Lisa mengaku sangat  tegang sekali meski sudah berulang kali mencoba membuang perasaan itu dan berupaya  rileks. Ketika pukul 11.00, jawaban sudah harus diserahkan ke panitia. Setelah itu saya mencari teman saya yang lain dan kembali ke hotel. Pada pukul 12.00 jamuan malam siang di mulai.
Lega rasanya seluruh soal mampu dikerjakan. Soal hasil, baik Lisa maupun Nabiela menomor duakan.
"Yang penting berusaha dulu dan berdoa. Hasilnya, urusan belakang dong," kata Lisa saat menceritakan pengalamannya.
Giliran kegiatan terakhir, seluruh peserta mengikuti acara penutupan OLIMPIADE SAINS TINGKAT PROVINSI kali ini. Sebelum acara penutupan di mulai, satu-satu peserta perwakilan wilayah Samarinda dipanggil dan diberi amplop. Nama pertama yang di panggil adalah Riska Dewi Ajarsari. Lisa dan Nabiela iseng ingin melihat isi amplop tersebut ternyata di atas amplop tersebut tertera Rp200.000. Spontan Lisa dan Nabiela  kaget dan senang. Sebab, kedua anak ini yakin akan mendapat giliran. Terbukti,  nama berikutnya yang dipanggil adalah Lisa, kemudian Nabiela, dan yang terakhir Angel.
Usai acara penutupan, kedua wakil SMP Libel's ini kembali ke kamar dan membereskan barang-barang untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Sambil bersiap-siap keduanya  saling bertanya untuk apa uang itu nanti. "Kalau Angel sich katanya buat  beli tas. Kalau Riska buat beli sepatu. Sedangkan  saya dan Nabiela rencananya buat ditabung saja," ceritanya. Kedua siswa Libel's itu pun turun ke tempat administrasi hotel. Beberapa saat kemudian Pak Ngatirin Spd, guru mereka,  datang dan menemaninya menunggu orang tua yang siap menjemputnya. "Sekitar pukul 13.30 orang tua saya datang menjemput. Saya minta pamit dan pulang menuju ke rumah," tutur Lisa dengan bangga. Tetapi, hasil olimpiade belum diketahui.(Ls)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2010 Libel's Ceria
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger