Pak Djoko Iriandono,
“Serasa kembali ke rumah sendiri”.
Dari sekian banyak tamu yang turut hadir dalam acara pembukaan invitasi bola voli yang kelima lalu, ada satu tamu yang dianggap para siswa Libel’s paling istimewa dan mendapat perhatian lebih. Ya, ia adalah pak Djoko Iriandono,SE,MA, mantan kepala sekolah Libel’s sekaligus penggagas diadakannya invitasi bola voli.
Begitu masuk ke gerbang SMP N 15, pak Djoko langsung disambut oleh barisan penerima tamu disertai dengan riuh rendah tepuk tangan siswa-siswi Libel’s sembari mengelu-elukan nama beliau. Tak tanggung-tanggung, banyak juga siswa-siswi Libel’s yang langsung memotret beliau, dan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berjabat tangan. Bahkan, guru-guru Libel’s pun juga tak mau ketinggalan untuk menyambut dan berjabat tangan dengan kepala sekolah Libel’s periode 2005 sampai 2009 ini. Tapi, tak semua warga Libel’s mengenal pak Djoko, terutama siswa-siswi kelas satu angkatan tahun 2009-2010, mereka terlihat bingung saat melihat pak Djoko yang disambut begitu antusias. “Eh, itu siapa sih, mantan kepala sekolah ya?”, bisik seorang siswi kelas satu.
Seusai memasuki gerbang dan disambut dengan hangat, pak Djoko tak langsung menuju ke tempat duduk undangan. Beliau sempat terdiam sejenak kemudian memandang ke seluruh sudut sekolah seraya berkata, “Wah, serasa kembali ke rumah sendiri”. Sarjana Ekonomi yang juga mantan kepala sekolah SMPN 4 Samarinda ini terlihat sangat bahagia, terlihat jelas kerinduan yang telah terlepas di wajah beliau.
Pak Djoko tentu bukan hanya menjadi undangan yang hanya menyaksikan jalanannya acara, tapi beliau juga mendapat kesempatan khusus untuk menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya pun pak Djoko tetap membawa kecerian tersendiri untuk anak-anak Libel’s, sesuai dengan moto sekolah yang juga digagas oleh beliau, “CeriA” yang artinya Cerdas, beriman dan berakhlak mulia. “Saat saya meninggalkan sekolah ini dulu, saya menitipkan pesan, yaitu agar invitasi voli dan juga majalah sekolah tetap terus diadakan dan dibina. Dan Alhamdulillah, saat ini keduanya masih tetap ada.”, jelas pak Djoko seraya mengangkat majalah CeriA edisi kesembilan. Sebelum akhirnya menutup pidatonya, beliau sempat membawakan sebuah yel-yel untuk anak-anak Libel’s. “ Kalau saya bilang Libel’s, kalian bilang ‘CeriA’ dan tangannya ditaruh didepan dada ya!” ajak pak Djoko dengan penuh semangat.
Walaupun sekarang beliau sudah tak menjadi kepala sekolah Libel’s lagi, tapi rasa bangga dan hormat dari seluruh warga Libel’s kepada beliau takkan pernah lekang oleh waktu. Berkat jasa-jasa beliau jua lah Libel’s bisa maju sejauh ini dan berhasil menjadi sekolah berstandar nasional. “Semoga sukses terus ya pak, dan tetaplah berusaha untuk mencerdaskan anak bangsa.”
Red.CeriA (Rck&Conna)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar